Berita

Mahasiswa PTIK Raih Juara 2 dalam Lomba LKTI-A di Lampung

WhatsApp Image 2019-07-08 at 09.06.56

Acara tahunan LKTI-A (Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Quran) yang kembali diselenggarakan oleh Forum Pembinaan dan Pengkajian Islam (FPPI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Universitas Lampung tahun ini pada 5-7 Juli 2019 di Universitas Lampung, Bandar Lampung. Seperti pada tahun sebelumnya, LKTI-A tahun ini mengangkat tema besar yang tidak jauh dengan nilai nilai Al Quran, yaitu “Bersama Al-Qura Raih Prestasi Wujudkan Mimpi dan Menjadi Muslim Rabbani di Era Revolusi Industri 4.0”. Tema ini hadir karena melihat kekhawatiran terhadap masa depan bangsa Indonesia yang semakin hari semakin memprihatinkan terlihat dari nilai nilai Al-Quran yang sudah luntur dari jiwa pemuda padahal Indonesia digadang-gadang akan mengalami bonus demografi yang puncaknya terjadi pada tahun 2030. Maka LKTI-A ini hadir dalam rangka mambantu mencari solusi bagi bangsa ini kedepan.

Rangkaian lomba ini dimulai dengan pengumpulan abstrak yang diikuti oleh 54 tim dari berbagai universitas dan daerah yang berbeda beda. Selanjutnya diambil 30 abstrak terbaik yang diberikan kesempatan untuk mengumpulan fullpaper untuk mendapatkan 15 finalis yang terdiri dari kampus ternama seperti UNILA, UI, UMM, UNS, UIN Sumut, USU, UII, UNNES, UNSRI, dan UGM. Kemudian para finalis mempresentasikan hasilnya dihadapan juri dan finalis yang lain dalam waktu 8 menit dan 7 menit untuk tanya jawab dengan dewan juri.

Delegasi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Ginanjar Dwi Cahyanto, Mohamad Darril Hermawan dan Khaolil Mudlafaar (berhalangan hadir) sampai pada tahapan presentasi dengan membawakan karya berjudul “Agri Millenial Smart Home (ALARM): Rumah Pintar Berbasis Edukasi Pertanian melalui Implementasi Qur’an dalam Wujud Regenerasi Petani Millenial”. Karya tersebut berlatarbelakang pada semakin menurunnya jumlah penduduk 2% per tahun yang bermatapencaharian sebagai petani. Menurut BPS tahun 2017 mencapai 35,9 juta jiwa menjadi 35,7 juta jiwa pada tahun 2018. Padahal adanya bonus demografi ketika dapat dioptimalkan dengan baik akan membuat sumber daya manusianya berkualitas sehingga Indonesia Emas 2045 dapat tercapai. Apalagi dengan datangnya revolusi Industri 4.0 menuntut sumber daya manusia yang paham terhadap teknologi. ALARM hadir dengan konsep rumah pintar yang dirancang sebagai wadah edukasi dalam mencerdaskan generasi milenial agar memahami kegiatan seputar pertanian lebih mudah dan praktis. Didesain pendidikan pertanian dengan mengimplementasikan nilai-nilai Quran. Tujuannya menciptakan ruang gerak bagi generasi milenial agar memahami sektor pertanian seutuhnya.

Setelah proses presentasi yang dilanjutkan penilaian oleh juri, delegasi UNS mendapatkan juara 2 dengan total nilai 1556,4. Rasa syukur dan gembira dapat membanggakan nama almamater  dirasakan oleh tim. Harapan dengan adanya penyelenggaraan event ini agar karya yang sudah dibuat oleh masing masing finalis dapat di implementasikan pada kehidupan sehari hari sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat tentunya dengan Al-Quran sebagai landasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.