PTIK di Seoul International Invention Fair 2019
Juara

Berpartisipasi Dalam Seoul International Invention Fair 2019, 4 Mahasiswa PTIK UNS Mendapatkan Bronze Medal dan Special Award dari King Abdulaziz University

Dengan membawa produk inovasi teknologi asistif ke Korea Selatan yang bernama SO-LI Sense : 3D Mapping and Artificial Intelligence Combination Assistive Technology for Blind People, 4 Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika UNS bersama dengan seorang mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin yang tergabung dalam tim bernama EnumaTech , berhasil membawa pulang bronze medal dan special award dari Universitas King Abdulaziz. Kelima mahasiswa tersebut adalah sebagai berikut :

  • Andreas Wegiq Adia Hendix (Dari PTIK UNS) sebagai ketua dan programmer
  • Ragil Setiawan (Dari PTIK UNS) sebagai wakil ketua dan sekertaris
  • Adimas Agustinus (Dari PTIK UNS) sebagai bendahara dan teknisi elektro
  • Calvin Mikhailouzna Gibran (Dari PTIK UNS) sebagai programmer
  • Muhammad Afriyansyah (Dari PTM UNS) sebagai teknisi mekanik

Mereka berhasil membawa pulang 2 prestasi sekaligus yang diraih atas perjuangan mereka selama mengikuti kompetisi bertajuk pameran bernama Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019 yang diselengarakan di COEX Hall C distrik Gangnam, Seoul, Korea Selatan pada tanggal 27 – 30 November 2019. Diikuti sekitar 630 produk, yang dibawa oleh ribuan orang dari berbagai negara. Indonesia dalam event ini diwakili oleh 54 tim yang terdiri dari mahasiswa universitas-universitas ternama seperti UGM, UNDIP, dan ITS dan juga dari siswa SMA. UNS Sendiri diwakilkan oleh 4 tim, salah satu dari keempat tim tersebut adalah tim EnumaTech.

Selama 3 hari, tim EnumaTech berpartisipasi dalam kompetisi tersebut dengan cara memamerkan dan mempresentasikan SO-LI Sense  teknologi asistif untuk tunanetra yang merupakan prototip hasil dari proposal didanai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019. SO-LI Sense merupakan prototip berbentuk Helmet yang dilengkapi depth sensor, RGB sensor (kamera), dan lidar 360 degree sensor. Tidak hanya itu, untuk mendukung pengolahan data, SO-LI Sense terbenam program asisten digital yang mempunyai kemampuan untuk mengolah data dari ketiga sensor dan terdapat fitur smart navigation yang dapat mengarahkan peyandang tunanetra untuk menghindari penghalang di depannya. Dengan SO-LI Sense diharapkan dapat membantu meningkatkan mobilitas, meningkatan rasa percaya diri ketika berjalan, dan memberikan rasa aman kepada tunanetra. Prototip ini masih dalam tahap pengembangan, untuk meningkatkan aspek fungsional dan ergonomi.

Bronze Prize yang diberikan kepada tim EnumaTech merupakan bentuk apresiasi dari juri SIIF 2019 yang terkesan dengan gagasan dan pengembangan SO-LI Sense. Lalu Special Award yang diberikan oleh Universitas King Abdulaziz merupakan bentuk apresiasi atas prototip yang tergolong unik dan berpotensi besar untuk dapat dipasarkan.

Saat ini tim EnumaTech masih melakukan pengembangan SO-LI Sense agar suatu saat teknologi asistif tersebut dapat dipasarkan dan dapat digunakan oleh tunanetra untuk mendukung kegiatan mobilitas mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.